Ingin Website Anda Tampil di Halaman 1 Google ?

Kursus Seo Online Adalah Solusinya. Saatnya Anda untuk mengikuti Kursus SEO Online bersama kami Dengan Materi Terlengkap dan Mudah Dipahami sekalipun Anda Gaptek Agar Website Anda Bisa Tampil di Halaman SATU Google.

Belajar seo online jakarta

Apa itu SEO, dan Kenapa Harus Google ?

SEO Adalah sebuah keahlian khusus untuk mengoptimalkan web/blog agar bisa muncul di halaman 1 mesin pencari (Google).

Hasil survey 2016 yang dilakukan oleh poling Indonesia, Pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta jiwa. Dari total populasi penduduk Indonesia 256,2 Juta Orang. 80 % Orang mencari informasi apapun melalui Google, 97 % Orang mengunjungi website yang berada di halaman pertama Google. Ini artinya jika Anda mampu menguasai Ilmu SEO maka Anda memiliki peluang yang besar untuk menjual apapun di Internet (Google).

Kenapa Harus Internet ?

Pengguna Internet di Indonesia tahun 2016 mencapai 132,7 Juta, dan diperkirakan pada tahun 2018 ini sudah mencapai 180 juta

Kenapa Harus Google ?

80 % Pengguna Internet mencari informasi menggunakan mesin pencari Google

Kenapa harus Halaman 1 ?

Karena 97 % Pengguna Internet hanya mengunjungi website atau blog yang berada di Halaman 1

Manfaat Kursus SEO Online

Kursus SEO Online adalah solusi untuk Anda yang baru memulai bisnis online, Terutama jika Anda ingin segera mendapatkan hasil Dengan mengikuti Kursus SEO Online maka Anda akan mengetahui trik dan cara merangkingkan website dengan MUDAH agar bisa muncul di halaman pertama Google

  • Dapat Pengunjung Tertarget
  • Hemat Biaya Promosi
  • Mendapat Kepercayaan
  • Bisa Menghasilkan Uang
  • Website Menjadi Populer
DAFTAR SEKARANG

Mau Kursus SEO, Tapi masih ragu ?

Berikut ini adalah daftar website hasil optimasi yg sudah saya lakukan sendiri dan berhasil masuk dan bertahan di halaman 1 Google

WWW.PERCETAKAN57.COM

Jika Anda mengetikan kata kunci "PERCETAKAN MURAH JAKARTA TIMUR" maka Anda akan menemukan website WWW.PERCETAKAN57.COM ada di posisi paling atas. Tanpa ada tulisan "IKLAN" artinya itu murni hasil dari optimasi SEO bukan hasil berbayar ke Google

Cek posisi di Google

WWW.BLOGGUES.COM

Jika Anda mengetikan kata kunci "INFO LENGKAP TERUPDATE" maka Anda akan menemukan website WWW.BLOGGUES.COM ada di Ranking 1 Google. Tanpa ada tulisan "IKLAN" artinya itu murni hasil dari optimasi SEO yg sudah lakukan bukan hasil berbayar ke Google

Cek posisi di Google

WWW.BLOGGUES.COM

Jika Anda mengetikan kata kunci "SYARAT BPJS" maka Anda akan menemukan website WWW.BLOGGUES.COM ada di Halaman pertama google. Tanpa ada tulisan "IKLAN" artinya itu murni hasil dari optimasi SEO bukan hasil berbayar ke Google

Cek posisi di Google

WWW.CATERINGRUMAHAN.COM

Jika Anda mengetikan kata kunci "CATERING RUMAHAN ENAK" maka Anda akan menemukan website WWW.CATERINGRUMAHAN.COM ada di posisi paling atas. Tanpa ada tulisan "IKLAN" artinya itu murni hasil dari optimasi SEO bukan hasil berbayar ke Google

Cek posisi di Google

WWW.BLOGGUES.COM

Jika Anda mengetikan kata kunci "INFO LENGKAP TERUPDATE" maka Anda akan menemukan website WWW.BLOGGUES.COM ada di posisi paling atas. Tanpa ada tulisan "IKLAN" artinya itu murni hasil dari optimasi SEO bukan hasil berbayar ke Google

Cek posisi di Google

WWW.BLOGGUES.COM

Jika Anda mengetikan kata kunci "SYARAT BPJS" maka Anda akan menemukan website WWW.BLOGGUES.COM ada di posisi paling depan. Tanpa ada tulisan "IKLAN" artinya itu murni hasil dari optimasi SEO bukan hasil berbayar ke Google

Cek posisi di Google

Bali Water Sport And Tour

Cek posisi di Google

Info Mobil Honda

Cek posisi di Google

Syarat Buat KTP

Cek posisi di Google

Harga pembuatan sofa di Jakarta

Cek posisi di Google

Harga jasa buat sofa

Cek posisi di Google

Jasa buat sofa Jakarta

Cek posisi di Google

Cetak Sticker Murah

Cek posisi di Google

Private SEO Murah Jakarta

Cek posisi di Google

Jasa SEO Murah

Cek posisi di Google

Tempat makan enak di kota Bogor

Cek posisi di Google

Catering Rumahan

Cek posisi di Google

Cetak Packaging Jakarta

Cek posisi di Google

Materi Kursus SEO Online

  • Cara riset kata kunci
  • Cara membuat artikel yang seo friendly
  • Cara agar website cepat terindexs Google
  • Rahasia membuat artikel muncul di halaman satu Google
  • Trik membuat link yang super seo
  • Cara mengintip dan menyalip web kompetitor.
  • Panduan membuat keyword ke dalam website
  • Tools yang digunakan untuk untuk project SEO
  • Penjelasan tentang pagerank
  • Penjelasan tentang Anchor text
  • Cara optimasi meta description
  • Cara membuat title tag
  • Penjelasan inbound & Outbound link
  • Panduan Lengkap Webmaster Tools
  • Cara membuat site map
  • Trik SEO Lainnya

Testimoni dari Peserta Kursus SEO Online

Testimoni ini asli tanpa ada rekayasa, Sesuai dengan yang mereka katakan

Ilmu SEO sangat penting sekali untuk perkembangan bisnis kita. Alhamdulilaah setelah saya belajar SEO dengan Mas Tono, Web saya bisa ditemukan di halaman 1 Google dengan kata Kunci " Jual Parfum refill Bekasi "Luar biasa setelah mempraktekannya sekarang saya mendapatkan order hampir setiap hari dari website.

testimoni

Renny, Jakarta - www.willysparfum.com

Awalnya saya gaptek banget, Cuma ibu rumah tangga, Alhamdulilah sekarang bisa mempraktekannya langsung ilmu seo yang diberikan oleh Mas Tono. Sekarang website saya berada di halaman 1 google dengan kata kunci " Catering Rumahan "Pokoknya nggak nyesel deh belajar sama mastah yg satu ini

testimoni

Ayu, Cikarang - www.cateringrumahan.com

Tadinya aku gaptek banget sama sekali gak paham apa itu SEO, Saya coba googling dan akhirnya menemukan websitenya Mas Tono. Dan akhirnya memutuskan untuk belajar seo secara online. Diluar dugaan, hasilnya sekarang Website saya ranking 1 Google padahal sebelumnya tidak ada sama sekali di Google

testimoni

Silvana F, Bali - www.baliwatersportandtour.com

Kursus SEO dengan Mas Tono ini orang nya asyik, bahasanya sederhana sehingga mudah dipahami oleh orang gaptek, Orangnya juga sabar. Padahal saya waktu itu bener-bener gak paham apa itu SEO. Alhamdulilaah sekarang web saya ranking satu di Google, padahal sebelumnya entah dihalaman berapa. Makasih Coach Tono.

testimoni

Surya, Jakarta - www.infomobilhonda.net

Saya baru belajar SEO dengan Mas Tono, Walaupun hanya melalui online ternyata materi SEO tidak sesulit yang di bayangkan. Saya dibimbing step by step dengan sabar dan detail. Alhamdulilaah setelah saya belajar seo dan mempraktekannya sekarang website saya sudah mulai mendapatkan respon dari pengunjung. Terimakasih Coach..

testimoni

Sandi, Surabaya - www.grissee.com

Ilmu SEO itu memang sangat penting sekali untuk perkembangan bisnis kita. Luar biasa setelah saya belajar seo dan mempraktekannya Alhamdulilaah sekarang Resto saya sudah mulai dikenal dan hampir setiap hari ada saja pelanggan baru yang datang. Terimakasih Mas Tono ilmu SEO nya.

testimoni

Cak Koes Resto, Bogor - www.cakkoesresto.com

Frequently ask questions

Kapan Mulai Belajar SEO Online?

Setelah Anda mendaftar dan membayar biaya kursus SEO Online kami akan segera memproses sehingga secepatnya Anda bisa mulai belajar

Sampai Kapan saya bisa belajar?

Anda bisa mempelajari video tutorial yang sudah disiapkan dan kalau ada yang ingin ditanyakan atau belum paham Anda bisa langsung bertanya dengan saya kapan saja karena Anda memiliki akses langsung dengan saya via Whatsapp secara pribadi

Apakah ada garansi bahwa saya akan sukses?

Tidak ada garansi sukses. Saya hanyalah manusia biasa yang penuh dengan kekurangan

Apa keahlian yang akan saya dapatkan setelah saya belajar?

Anda bisa membuat website sendiri dengan mudah, Bisa Memasarkan produk apapun via online, Mengoptimalkan website atau blog agar bisa bersaing di halaman 1 Google

Berapa Biaya Kursus SEO online ?

  • Hanya
  • Rp 3.000.000
    Rp 1,5 jt
    Anda mendapatkan akses belajar SEO via online selamanya

Daftar Kursus SEO Online Sekarang

Harga bisa berubah sewaktu-waktu


Begini Trik Rahasia Cara Jualan Online Agar Laris

Belajar SEO Online - Begini Trik Rahasia Cara Jualan Online Agar Laris. Kamu punya produk atau sedang mencari produk apa yang laris di Internet ( Online ). Memang semua orang pastinya ingin jualan online dan laris tetapi untuk mengetahui jualan apa yang laris di Online Anda harus mengetahui triknya.


Begini Trik Rahasia Cara Jualan Online Agar Laris
Order Cetak 500 ribu kalender siap dikirim (Percetakan57.com)



Inilah Trik Cara Jualan Online Agar Laris

Yang pertama kali kita harus tahu dulu produk apa yang paling laris di internet. Karena dengan mengetahui produk yang laris di internet kita jadi tahu mau jualan apa kita di online, karena kita mengetahui seberapa banyak produk tersebut di cari oleh pengunjung di Internet.

Bagaimana Cara Mengetahui Produk Yang laris Di Online

Untuk mengetahui produk apa yang paling laris di Internet kamu harus bisa menggunakan salah satu tools dari Google namanya Google Keyword Planner. Yaitu alat atau software yang bisa Anda gunakan untuk riset kata kunci apa saja yang paling banyak dicari di internet.

Jika Anda mengetahui produk apa saja yang paling banyak dicari di internet maka Anda sudah bisa memutuskan Anda mau jualan produk tersebut. Cukup sederhana untuk mengetahui produk apa yang laris di online sebetulnya jika Anda mengetahui rahasia atau trik menggunakan Google Keywords Planner ini.

Selain GKP juga ada banyak tools lainnya untuk bisa Anda gunakan sehingga Anda bisa mengetahui pencarian dari setiap kata kunci di Internet sehingga sangat mudah bagi Anda untk mengetahui seberapa banyak sebuah kata kunci tersebut dicari di Internet.

Sebagai contoh ya gambar berikut dibawah ini adalah Order cetak kalender sebanyak 500.000 lembar siap dikirim secara bertahap. Silahkan Anda cek di Google Kata Kunci Percetakan Murah di Jakarta Timur, maka Anda akan melihat web percetakan57.com ada di halaman 1 Google.


Begini Trik Rahasia Cara Jualan Online Agar Laris

Begini Trik Rahasia Cara Jualan Online Agar Laris


Contoh Produk Yang Laris untuk dijual di Internet

Berikut ini adalah contoh produk yang laris di Internet yang bisa Anda jual di internet karena memiliki pencarian banyak di internet silahkan Anda lihat gambar dibawah ini. Untuk kata kunci baju muslim ada 74.000 pencarian per bulan sangat banyak bukan peminatnya.

Begini Trik Rahasia Jualan Online Agar Laris

Itulah artikel tentang Trik Rahasia Cara Jualan Online Agar Laris beberapa cara yang bisa Anda gunakan dalam meriset kata kunci sehingga Anda bisa mengetahui produk apa yang laris di internet. Jika Anda ingin belajar lebih lanjut bagaimana cara menjual produk apapun di internet agar laris silahkan daftar untuk belajar SEO Online KLIK DISINI

Cara Menulis Artikel Agar Banyak Yang Baca

Inilah Cara menulis artikel agar banyak yang baca  - Gara-gara semakin populernya dunia blogging, banyak orang yang tertarik untuk membuat artikel.
Cara Menulis Artikel Agar Banyak Yang Baca

Membuat artikel itu sepertinya gampang…tinggal ngetik. Tapi jangan anggap remeh. Membuat artikel yang menarik itu tidak mudah.Apalagi untuk website!
Website tidak sama dengan buku. Saat orang-orang browsing website, mereka biasanya tidak suka baca artikel yang terlalu panjang dan terlalu bertele-tele isinya.
Inilah masalah terbesar dari pemilik website dan blog.
Sudah capek-capek bikin artikel Tidak ada yang baca sampai selesai…
Lalu tidak ada yang berkunjung ke websitenya…
Akhirnya artikel mereka gagal mendapatkan peringkat di Google. Meskipun sudah belajar yang namanya SEO.
Tapi jangan khawatir, ada solusinya.
Di dalam panduan ini saya akan mengajarkan anda bagaimana cara menulis artikel yang tidak membosankan bagi pengunjung website.
Mari kita mulai.
0. Lupakan SEO
Kalau anda baca di situs-situs lain, katanya supaya website kita banyak yang baca, maka artikelnya harus dioptimasi untuk mesin pencari atau SEO.
Istilahnya “artikel SEO-friendly”.
Sayangnya, konsep ini sudah ketinggalan jaman.
Yang terjadi justru sebaliknya.
Mereka yang mengaplikasikan teknik SEO (jadul) justru gagal, dan mereka yang melupakan SEO ketika menulis artikel justru mendapatkan peringkat tinggi.
Gila kan?
Ini karena mereka yang fokus dengan SEO secara tidak sadar malah membuat artikel untuk mesin.
Artikel yang tidak menarik dibaca oleh manusia.
Oleh karena itu, dalam panduan ini saya mengajak anda untuk melupakan SEO-friendly dan fokus ke “human-friendly”.
Dulu, yang kita anggap sebagai artikel SEO adalah yang seperti ini:
1.   Memiliki keyword density sekian persen
2.   Panjang minimal 300/500 kata
3.   Bold, underline, italic di setiap keyword
4.   Keyword di judul, paragraf pertama, paragraf terakhir
5.   Keyword di meta description
6.   Menggunakan subheader (h2-h6) yang berisi keyword
Tapi sekarang…lupakan semua aturan tadi.
Ini alasannya:
Google menggunakan perilaku manusia untuk menentukan peringkat di hasil pencarian
Bingung?
Maksud saya begini…
…ketika kita (manusia) membaca artikel, kita tahu jelas bedanya antara yang bagus dan jelek.
Artikel yang bagus biasanya dibaca dalam waktu lama, sering direkomendasikan kepada orang lain, dan pembaca tidak perlu mencari artikel yang lain lagi.
Google bisa menerjemahkan perilaku ini menjadi data.
Data perilaku inilah yang digunakan untuk menentukan peringkat.
Makanya saya bilang Google menggunakan perilaku manusia.
Sudah dapat maksudnya?
Ini gambarnya supaya agak lebih jelas lagi:
Cara menulis artikel agar banyak yang baca

Mari kita balik lagi ke 6 aturan jadul di atas…
Anggaplah anda menulis buku.
Buku fisik, bukan website.
Apakah menggunakan banyak bold, italic, underline, dan keyword density tertentu bisa membuat buku anda jadi lebih menarik?
Mestinya tidak berpengaruh.
Emangnya iya kalau kita nulis kata ABC sekian kali lalu artikelnya tiba-tiba jadi lebih menarik?
Nggak logis…
Justru kalau menggunakan suatu kata secara berlebihan malah akan membuat manusia yang membaca artikel anda jadi lebih terganggu.
Akibatnya, mereka tidak jadi baca.
Nah, karena kita sudah tahu bahwa artikel di website SAMA dengan artikel di buku (sama-sama dinilai oleh manusia) maka caranya mesti sama.
Anda harus melupakan teknik SEO jadul dan fokus kepada manusia.
Itulah artikel yang akan bisa jadi viral, dibaca banyak orang, dan mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari.
Inilah caranya.
1. Pelajari karakter calon pembaca
Beda topik, peminatnya juga beda.
Anak muda, dewasa, mayoritas pria, mayoritas wanita, dan lain-lain.
Misalnya artikel tentang “keuangan” mungkin pembacanya usia 25 ke atas, ya kan? Lalu artikel mengenai game peminatnya lebih muda.
Jadi cara nulisnya juga beda.
Repot ya…
…Untuk apa sih kita mesti mempelajari karakter?
Tujuannya supaya anda bisa menyesuaikan isi artikel terutama gaya penulisan dengan karakter pembaca anda.
Dengan kata lain:
Supaya artikel anda enak dibaca.
Supaya pembaca tidak bosan.
Contohnya, kalau pembaca anda mayoritas anak muda, anda gunakan bahasa yang lebih santai. Kalau anda kaku, maka mereka bakal merasa aneh.
Kalau sudah begitu, mereka akan pergi.
Ada satu hal lagi, anda tidak harus menulis sesuai EYD seperti yang diajarkan bu guru di sekolah.
Yang penting enak dibaca.
Mari kita balik ke karakter pembaca…
Untuk mengetahui demografi pembaca website, anda bisa lihat dari beberapa media berikut:
1.   Google Analytics (Audience > Demographics > Overview)
2.   Situs komunitas dimana orang-orang yang antusias terhadap topik anda berkumpul.

2. Pancing pembaca dengan judul yang menarik
Tahukah anda…kalau ada 100 orang yang mampir ke website anda, 80 orang akan membaca judul artikelnya.
Tapi hanya 20 orang yang lanjut baca isinya.
Parah ya.
Artinya anda kehilangan potensi pembaca yang sangat besar.
Coba kita ingat kembali ketika melakukan pencarian di Google. Apa yang membuat kita memilih salah satu website?
Judulnya…ya kan?
Jadi pertempuran kita dimulai dari judul.
Kalau artikelnya bagus, sebagus apapun, kalau judulnya jelek maka tidak akan ada yang membaca.
Satu hal lagi:
Kalau kita bicara rangking. Judul juga salah satu faktor terbesar yang akan membuat peringkat artikel anda di Google jadi tinggi.
Google mengikuti perilaku manusia…
Manusia akan mengeklik judul yang lebih menarik…
Maka kalau manusia menganggap artikel kedua lebih baik, maka Google akan menaikkan peringkat artikel tersebut jadi ke peringkat satu.
Itu logikanya, sekarang kita lihat caranya.
Misalkan kalau anda search di Google dengan kata kunci “cara mengusir lalat”, kemudian di peringkat 1-3 ada artikel berjudul seperti ini:
1.   5 Cara Mengusir Lalat
2.   5 Cara Praktis untuk Mengusir Lalat dari Rumah dalam 30 Menit
3.   Tutorial Tips Cara Mengusir Lalat Secara Alami Terbaru Terlengkap
Judul artikel pertama…biasa.
Format penulisan judul seperti nomor 1 terlalu standar, tidak ada faktor X yang membuat orang lain tertarik untuk membaca.
Sekarang kita lihat judul kedua:
Ada kata-kata seperti “praktis” dan “dalam 30 menit”.
Dari judulnya kita bisa membayangkan bahwa artikel kedua punya nilai lebih dari artikel pertama. Kalau saya cuma boleh baca 1 artikel, saya akan pilih yang kedua.
Judul pertama itu ibarat makan tahu.
Judul kedua ibarat makan tahu + kecap.
Manusia yang melakukan pencarian di Google selalu ingin solusi terbaik dan termudah dari permasalahan mereka.
Inilah yang harus kita tawarkan.
Karena itu, di judul harus ada “kecapnya”.
TAPI bukan hanya judulnya saja…
Artikel anda juga harus ada kecapnya.
Kalau anda menulis seperti contoh di atas (tips praktis 30 menit), maka isinya juga harus sesuai dengan judulnya. Jangan membohongi pembaca.
Oh ya, kita belum bahas judul ketiga.
Intinya sih jangan buat judul seperti nomor tiga.
Judul ketiga adalah korban dari optimasi berlebihan dengan memasukkan kata-kata yang terlihat heboh, padahal justru jadi aneh dibaca.
Ini tren konyol yang sering dilakukan blogger Indonesia.
Jangan pernah gunakan judul ke-3.
Untuk cara ngeceknya, coba ucapkan judul tersebut. Kalau tidak lazim diucapkan, berarti judulnya aneh, jangan digunakan.
Teknik pembuatan judul sangat penting.
Bahkan karena pentingnya maka saya membuat 1 artikel khusus yang membahas judul. Silahkan baca 7 teknik pembuatan judul konten ini.
3. Artikel anda tidak akan dibaca kata-per-kata, lakukan ini untuk mengakali
Saya tadi sempat bilang ini:
Artikel di website beda dengan buku.
Saat baca buku atau koran atau majalah, kita memang sedang ingin fokus membaca.
Di internet tidak demikian.
Di internet, orang-orang ingin bergerak dengan cepat dari website A ke website B. Maka mereka tidak akan membaca artikel kata per kata.
Anda pun juga pasti sudah melewati sebagian besar tulisan di atas.
Ini wajar.
Pola pembaca ini diberi nama F-shaped pattern, karena seperti huruf F.
Jadi mereka melakukan scanning secara vertikal, kemudian ketika menemukan kalimat yang menarik barulah mereka membaca secara horizontal.
Seperti terlihat dalam gambar, sebagian besar orang hanya membaca lengkap di bagian atas. Semakin ke bawah, semakin sedikit yang mereka baca.
Seperti huruf F kan?
Sebagai penulis, kita ingin meminimalisir yang seperti ini.
Kita ingin supaya mereka membaca selama mungkin.
Alasannya penting:
Semakin lama mereka menghabiskan waktu di website anda, maka akan tercipta “ikatan” yang kuat antara anda dengan pembaca.
Pembaca akan semakin “cinta” dengan anda dan tulisan anda.
Untuk itu, ada 2 cara untuk mengakali.
Jangan ikuti saran dari guru Bahasa Indonesia
Sebuah paragraf sebaiknya terdiri dari minimal 5 kalimat dan harus mengandung sebuah ide pokok. Kalau tidak, saya beri nilai nol.
Itu waktu di sekolah.
Ini tidak bagus untuk artikel di website.
Kenapa?
Karena paragraf yang berisi terlalu banyak tulisan akan membuat mata lelah.
Karena itulah sebaiknya satu paragraf untuk artikel website maksimal 3-4 baris (bukan kalimat), dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.
Selain paragraf singkat, anda juga bisa menggunakan subheader untuk memotong atar bagian supaya artikel anda jadi lebih “ringan”.
Terapkan inverted-pyramid (piramida terbalik)
Mulai nulis itu susah.
Apa yang ditulis duluan? Apa selanjutnya? Apakah ini perlu dibahas atau tidak?
Bingung.
Untungnya, ada suatu metode yang bisa memperjelas kebingungan anda.
Metode piramida terbalik.
Metode ini sering digunakan oleh jurnalis untuk membuat berita yang menarik untuk dibaca.
Teknik ini akan kita manfaatkan.
Bagian atas (depan) artikel harus mengandung gambaran utama dari artikel anda dan alasan mengapa mereka harus membaca artikel tersebut lebih lanjut.
Paham maksudnya?
Jadi di bagian awal artikel mesti ada suatu informasi berupa “manfaat” dan “iming-iming” supaya pembaca mau melanjutkan membaca sampai habis.
Lalu di tengah artikel kita jelaskan lebih lanjut detailnya.
Butuh contoh?
Coba scroll sedikit ke atas ke awal bagian metode ini.
Di awal saya menjelaskan bahwa metode ini bisa membantu anda mengatasi kebingungan dan bisa digunakan untuk membuat artikel yang menarik.
Itu manfaat dan iming-imingnya.
Dengan demikian akan semakin banyak pembaca yang akan melanjutkan membaca sampai akhir.
4. Ikuti format berikut agar tulisan anda terbaca
Saya sering nemu artikel seperti ini:
Topiknya menarik.
Tapi tulisannya SUSAH dibaca.
Akhirnya meskipun sepertinya menarik tapi jadi susah dibaca.
Coba deh, apa perasaan anda kalau anda harus membaca artikel yang:
·         Hurufnya terlalu kecil
·         Jarak antar barisnya kecil
·         Menggunakan jenis font yang sulit dibaca
Sebagus apapun isi artikelnya, percuma kalau tidak terbaca.
Saya sering dengar orang-orang berusia 40+ yang mengeluh ketika membaca artikel di depan komputer, katanya terlalu kecil dan sulit dibaca.
Jangan menyiksa mereka.
Gunakan font dan ukuran yang mudah untuk dibaca.
Font-font seperti Arial, Helvetica, Open Sans, Roboto, Georgia, merupakan font yang umum dipakai di website, gunakan font seperti ini daripada yang tidak umum.
Kalau bingung, lebih baik tidak usah gunakan font khusus.
Lebih jelasnya:
·         Gunakan font yang mudah dibaca atau tidak usah gunakan font khusus kalau anda bingung
·         Ukuran antara 14-22px
·         Lebar horizontal antara 480-720px
·         Line-height antara 1.5-2em
·         Margin di bawah paragraf antara 1.5-2em
Itu secara tulisan…
…masih ada lagi.
Ini beberapa cara yang bisa anda lakukan supaya artikel anda jadi lebih mudah dibaca:
1.   Gunakan banyak gambar
2.   Gunakan subheader supaya artikel panjang menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
3.   Gunakan list (seperti ini)
5. Tingkatkan kualitas dan bobot isi artikel anda
Akhirnya, kita masuk ke inti utama dari artikel ini.
Bobot dan kualitas adalah faktor utama penentu bagus-tidaknya artikel anda.
Semakin berbobot artikel anda, maka pembaca semakin puas.
Masuk akal kan?
Enak mana baca 1 artikel dapat informasi yang lengkap atau baca 10 artikel yang isinya sepotong-sepotong dan bikin bingung?
Enak yang pertama.
Untuk membuat artikel berbobot yang bisa memuaskan pembaca anda harus melakukan riset.
Tapi masalahnya ini:
Artikel yang berbobot hanya bisa dibuat oleh penulis yang paham betul mengenai topiknya.
Anda tidak akan bisa menciptakan artikel yang berbobot tanpa mengerti apa yang dibahas dan hanya bermodal contek sana contek sini.
Solusinya mudah…
Kalau anda bukan seorang ahli dalam topik artikel yang akan anda buat, perbanyak waktu untuk membaca artikel-artikel lain yang sejenis.
Kemudian gunakan metode KTP untuk membuat konten berkualitas.
Tahap riset ini sering dilewatkan oleh blogger.
Oleh karena itu, sayangnya, di Indonesia masih banyak artikel-artikel yang tidak berbobot.
Salah satunya contoh berikut:
Artikel ini saya temukan di Google, topiknya adalah “cara meningkatkan produktivitas“.
Coba perhatikan inti dari artikel tersebut:
1.   Pengertian produktivitas
2.   Pentingnya produktivitas
3.   Bangun lebih pagi
4.   Miliki tujuan
5.   Belajar dari orang lain
6.   Hindari merasa kewalahan
7.   Ambil waktu beristirahat
8.   Berdoa sebelum bekerja

Mari kita bedah satu per satu inti dari artikel tadi (tanpa bermaksud menjelekkan penulisnya):
1.   Pengertian produktivitas — Kalau seseorang mencari info tentang cara meningkatkan produktivitas, mereka TIDAK perlu diberitahu apa itu pengertian produktivitas, mereka sudah paham.
2.   Pentingnya produktivitas — sama seperti nomor 1
3.   Bangun lebih pagi — ya iyalah, ini sih sudah jelas
4.   Miliki tujuan — kalau nggak punya tujuan ya sudah pasti tidak bisa produktif
5.   Belajar dari orang lain — justru baca artikel ini karena mau belajar, kok malah disuruh belajar ke orang lain lagi
6.   Hindari merasa kewalahan — semua orang juga sudah tahu
7.   Ambil waktu beristirahat — sama seperti nomor 6
8.   Berdoa sebelum bekerja — kalau orangnya religius, berdoa memang bagus, tapi ini bukan langkah yang bisa meningkatkan produktivitas
Sudah jelas?
Mari kita bahas lebih lanjut.
Jenis artikel yang umum di internet ada 2:
Informasi atau panduan.
Kalau artikel berupa panduan, isinya harus benar-benar bisa menjadi panduan.
Bukan sekedar bacaan…
…harus bisa langsung digunakan untuk menyelesaikan permasalahan.
(Contoh artikel tadi mestinya sih panduan)
Artikel panduan yang baik isinya dapat digunakan sebagai pedoman pegangan ketika pembaca akan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan artikel tersebut.
Misalnya:
·         Resep makanan yang bisa langsung dilakukan ketika mereka memasak
·         Panduan membeli HP bekas yang bisa dijadikan panduan ketika membeli HP bekas
·         Cara meningkatkan produktivitas kerja yang bisa langsung dilakukan untuk meningkatkan produktivitas
Kalau kita cuma memberikan informasi yang tidak berbobot (seperti contoh di atas), maka artikel anda tidak bermanfaat.
Kembali ke contoh artikel di atas.
Setelah membaca isi artikel tersebut kira-kira apa yang dilakukan pembaca?
Apakah produktivitas mereka meningkat?
Saya rasa mereka langsung menutup tab browser tanpa melakukan apapun yang bisa meningkatkan produktivitas, kemudian langsung lupa isinya dalam 10 menit.
Ada beberapa panduan yang bisa anda baca setelah ini untuk menciptakan konten yang berbobot:
·         Metode KTP untuk membuat konten yang berkualitas
·         Strategi content marketing untuk bisnis
·         Membuat konten unggulan yang mampu mendapatkan backlink
Satu hal lagi yang perlu anda ingat:
Artikel berbobot biasanya lebih panjang, tapi artikel yang lebih panjang belum tentu berbobot
Ada kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh penulis konten, yaitu menulis terlalu banyak basa-basi karena ingin mendapatkan jumlah kata tertentu.
Ini gara-gara orang bilang artikel panjang = bagus untuk SEO.
Tapi yang penting sebetulnya bukan panjangnya, tapi bobotnya.
·    Artikel A hanya dibuat untuk sekedar mencapai jumlah kata tertentu tanpa memberikan manfaat
·    Artikel B dibuat untuk mengedukasi. Melalui proses riset dan perencanaan yang mendetail sehingga hasilnya “berdaging”
Sadar atau tidak, banyak penulis yang membuat Artikel A.
Karena mudah…
Tinggal basa-basi.
Untuk membuat artikel B, anda mau-tidak-mau harus paham tentang topiknya. Kalau tidak, maka artikel anda tidak akan bisa “mengajarkan” sesuatu kepada orang lain.
Karena itulah ikuti Metode KTP ini sebelum menulis artikel.
Tapi bagaimana kalau topiknya cuma bisa dibahas singkat?
Gampang:
Jangan dipanjang-panjangkan.
Topik sangat berpengaruh dengan panjang artikel.
Kalau topik yang anda pilih memang sempit, maka artikelnya memang akan jadi pendek.
Tapi ini berlaku sebaliknya juga:
Kalau topiknya besar, jangan buat artikel yang pendek (karena malas). Ini jadinya artikel yang tidak berbobot.

Atau kalau bisa, pilihlah topik yang memang bisa dibahas jadi panjang. Karena rata-rata memang artikel panjang mendapatkan hasil yang lebih bagus di search engine:
Ini gambar penelitian yang menunjukkan bahwa artikel di halaman 1 Google saat ini rata-rata panjangnya melebihi 2000 kata.
Saya simpulkan:
Kalau bisa, pilih topik yang luas.
Lalu buat artikel yang berbobot.
Tapi kalau memang topiknya singkat, jangan dipanjang-panjangkan.
6. Temukan dan gunakan keyword LSI
Sejujurnya saya belum mau bahas yang ini…
…tapi banyak pembaca yang protes, kenapa saya tidak bahas tentang SEO padahal ini panduan membuat artikel website.
Oleh karena itu, sekarang kita masuk ke teknikal SEO.
Ini salah satu tips paling ampuh untuk membuat keyword yang bisa mendapatkan peringkat tinggi.
Ada 2 manfaat menggunakan keyword LSI:
·         Mendapatkan peringkat untuk berbagai long tail keyword
·         Meningkatkan relevansi & rangking untuk keyword utama
Untuk anda yang belum pernah mendengar istilah ini, mari kita bahas dulu…
…apa sih LSI?
Singkatnya, LSI (Latent Semantic Index) adalah fitur yang diadopsi oleh mesin pencari seperti Google supaya bisa mengerti maksud dari artikel.
Misalnya “Apple”.
Istilah Apple bisa ambigu antara buah atau nama perusahaan.
Mesin pencari mampu membedakan mana yang buah dan mana yang perusahaan dengan cara membaca kata-kata yang mengelilingi kata utamanya.
Jadi kalau anda mencari di Google dengan kata kunci “apple store”, maka Google paham yang dimaksud bukan toko buah apel melainkan tokonya perusahaan Apple.
Tapi apa hubungan LSI dengan SEO?
Begini…
Masih ingat teknik SEO jadul tadi?
Mengulang-ulang keyword untuk mencapai persentase tertentu.
Daripada seperti itu, lebih baik manfaatkan keyword LSI untuk memberitahu mesin pencari bahwa artikel kita relevan dengan yang diinginkan user.
Hasilnya, peringkat anda akan jadi lebih baik.
Pembaca juga jadi tidak merasa aneh.
Teknik ini juga jadi lebih ampuh daripada SEO jadul (keyword density) karena kita tidak melakukan banyak pengulangan kata kunci yang sama.
Tidak hanya itu.
Anda juga akan mendapatkan rangking untuk berbagai variasi keyword LSI.
Mencari keyword LSI tidak sulit. Lakukan pencarian di Google dengan keyword utama anda.
Dalam contoh ini saya gunakan “belajar gitar”.
Inilah berbagai variasi yang bisa anda gunakan.
Yang perlu anda perhatikan sekarang adalah penggunaannya.
Anda bisa tulis kalimat-kalimat yang menggunakan kata yang dicetak tebal. Tapi ingat, kalimat-kalimat anda harus alami, menggunakan tata bahasa yang baik.
Ini contohnya:
Hari ini kita akan belajar cara bermain gitar untuk pemula.
10 tahun yang lalu saya pertama kali belajar bermain gitar secaraotodidak menggunakan suatu teknik yang sangat efektif sehingga saya bisa jadi mahir dalam 6 bulan. Kali ini saya akan mengajarkan teknik yang sama agar anda juga bisa jadi mahir dengan cepat.
Silahkan persiapkan gitar akustik atau klasik. Pertama-tama, kita akan belajar bermain melodi dari beberapa lagu mudah.
Ingat, anda tidak perlu menggunakan semuanya.
Menggunakan sebagian saja sudah cukup, yang penting masuk akal.
7. Lakukan pemeriksaan tata bahasa dan ejaan
Kedengarannya sangat sepele, tapi sebetulnya sangat penting…
…apalagi karena di Indonesia kita sangat jarang menggunakan bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari.
Akibatnya, bahkan di situs-situs berita pun banyak terjadi kesalahan.
Sepele memang, tapi ketika terjadi kesalahan penulisan maka artikel anda langsung mendapatkan kesan tidak profesional. Ini berbahaya.
Bayangkan kalau anda mengunjungi sebuah website yang menjual produk seharga Rp 10juta, tapi ternyata di kontennya banyak terdapat kesalahan penulisan.
“Gimana mau dianggap serius, nulis aja nggak becus.”
Masalahnya lagi:
Untuk artikel berbahasa Indonesia kita belum punya software yang mampu memeriksa kesalahan tata bahasa (grammar). Hanya ejaan yang bisa kita periksa.
Jadi satu-satunya solusi yaitu memeriksa secara manual.
Lakukan tahapan seperti berikut:
1.   Tulis artikel anda sampai selesai tanpa melakukan pemeriksaan
2.   Baca artikel anda dengan suara (bukan dalam hati)
3.   Perbaiki setiap kalimat yang terdengar janggal ketika diucapkan
Poin terpenting di nomor 2.
Ada 2 alasannya…
Pertama, karena kalau anda membaca dalam hati maka kesalahan-kesalahan kecil akan terlewatkan.
Kedua, saya yakin ini pasti terjadi, di artikel anda akan muncul BANYAK kalimat-kalimat yang terdengar aneh ketika diucapkan. Keanehan ini baru akan muncul kalau artikelnya dibaca dengan suara.
Ketika membaca, bayangkan anda sedang presentasi di depan umum atau sedang bercerita dengan teman anda (tergantung jenis artikelnya).
8. Lakukan optimasi on-page SEO lainnya
Lho katanya lupakan SEO, kok bahas SEO lagi?
Saat menulis, lupakan SEO. Tapi optimasi on-page SEO ini kita lakukan SETELAH artikel selesai ditulis.
Lupakan SEO saat menulis, ingat SEO lagi saat selesai menulis.
Proses SEO ini tidak lama, paling-paling hanya memakan waktu 1 menit. Tapi banyak orang yang terlalu pusing dengan ini dan mengabaikan yang lebih penting di atas.
Maka dari itu, ini saya bahas di akhir.
Meta description
Meta description terkadang akan muncul di hasil pencarian sebagai ringkasan artikel anda. Ini bisa meningkatkan klik ke website anda apabila dimanfaatkan dengan tepat.
Hati-hati:
Kesalahan terbesar dalam penulisan meta description adalah menumpuk terlalu banyak keyword.
Sebetulnya tidak perlu menyertakan keyword….
…tapi kalau anda memang ingin menulis keyword, jangan lebih dari 1.
Yang terpenting adalah teknik penulisannya bagaimana anda bisa mengundang calon pembaca untuk mengunjungi website anda.
URL
Umumnya URL website akan muncul secara otomatis, dibuat sama dengan judul artikel anda. Tetapi beberapa orang (seperti saya) lebih suka menggunakan URL yang dimodifikasi.
Tips dalam penulisan URL:
1.   Mengandung keyword utama
2.   Tidak terlalu panjang
3.   Usahakan tidak mengandung preposisi
Gambar
Artikel tanpa gambar itu membosankan.
Jangan mentang-mentang karena menulis artikel, lantas anda merasa tidak perlu menyertakan gambar. Entah karena malas atau alasan lain.
Jangan pula sekedar untuk penghias.
Gambar dalam artikel untuk menerangkan konsep yang susah dijelaskan hanya dengan tulisan.
Melihat lebih jauh, ini manfaat gambar dalam artikel:
1.   Tingkat bacaan jadi lebih tinggi (artikel dibaca lebih jauh)
2.   Share ke FB dan Twitter meningkat 216% dan 110%
3.   Jumlah retweet meningkat 35%
4.   Jumlah share di Facebook meningkat 85%
Dalam HTML, gunakan atribut alt untuk gambar. Jika memang berhubungan dengan gambarnya, gunakan keyword LSI dalam alt.
Link ke halaman lain dan ke website lain
Apabila memungkinkan, sertakan internal link ke artikel lain yang berhubungan dengan topik artikel yang sedang anda tulis karena akan meningkatkan struktur website.
Selan internal link, link ke website lain juga sangat penting.
Lihat alasannya di penjelasan on-page SEO ini.
9. Sekarang saatnya mencari pembaca
Banyak penulis artikel website yang merasa setelah menekan tombol ‘publish’ maka tugasnya selesai.
Belum, tantangan sebetulnya baru akan dimulai.
Di hari yang sama ketika anda menerbitkan artikel, ada jutaan artikel lain yang juga diterbitkan.
Artikel anda tidak akan ditemukan kalau tidak dipromosikan.
Kalau tidak ada manusia yang membaca, maka Google tidak akan tahu kualitasnya sehingga artikel anda tidak akan mendapatkan peringkat tinggi.
Jadi jangan puas dulu setelah menerbitkan artikel.
Tidak cukup membuat konten yang berkualitas kemudian ditinggalkan begitu saja. Anda harus mendistribusikan artikel yang sudah anda tulis barusan.
Bahkan website yang sudah sukses pun secara konsisten mempromosikan kontennya.
Distribusi yang tepat akan meningkatkan jumlah pengunjung anda hingga berkali-kali lipat.
Ada beberapa tips mendasar yang bisa anda lakukan untuk memasarkan konten:
1.   Beritahukan orang lain di jejaring sosial dan situs komunitas (forum). Jangan spam, lakukan hanya kalau ada yang membutuhkan info terkait
2.   Pasang tombol share di setiap artikel untuk mempermudah pembaca sharing artikel
3.   Beritahukan ke akun Twitter yang membahas topik serupa
Ketiga tips di atas hanya yang paling dasar.
Menulis artikel di platform online butuh lebih dari sekedar kemampuan penulisan, sedikit banyak juga sebaiknya paham teknik-teknik SEO (search engine optimization) sehingga tulisan yang dihasilkan mendapatkan rangking yang baik di mesin pencari.
Walau begitu menulis artikel yang SEO friendly tak harus menerapkan teknik SEO secara membabi buta. Satu hal yang tak kalah penting adalah sisi natural artikel. Sebab yang menjadi pembaca Anda adalah manusia, bukan mesin. Sehingga artikel tetap harus berpatokan pada kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. Hanya saja dengan sentuhan teknik-teknik SEO.
Berikut adalah 4 tips menulis artikel SEO friendly tanpa harus menanggalkan sisi manusiawi dari artikel.
Saya asumsikan bahwa Anda sudah memiliki kata kunci yang menjadi fokus artikel, misalnya spesifikasi hp Xiaomi. Apabila Anda belum memiliki kata kunci dan belum tahu cara mendapatkannya.
Terapkan kata kunci di awal judul artikel
Setelah mendapatkan kata kunci, misalnya tadi spesifikasi hp Samsung. Buatlah judul yang sebisa mungkin diawali oleh kata kunci tersebut. Misalnya, spesifikasi hp Xiaomi Redmi Note, Phablet Murah Spek Ciamik. Anda bebas memodifikasi dan mengkombinasikan judul namun kata kunci usahakan tidak mendapatkan imbuhan atau awalan yang membuat susunannya berubah.
Penempatan kata kunci
Setelah membuat judul dengan kata kunci, berikutnya pastikan satu kata kunci berada di baris pertama artikel. Sedikit informasi tambahan, hampir semua mesin pencari menampilkan hanya 160 karakter pertama artikel di halaman hasil pencarian.
Jadi sangat direkomendasikan meletakkan kata kunci di kalimat awal artikel. Jika Anda menggunakan plugin SEO, teknik serupa sebaiknya juga diterapkan di kolom deskripsi. Karena isi di dalam kolom inilah yang akan dibaca oleh mesin pencari.
Selain itu, kata kunci juga sangat disarankan untuk diletakkan di setiap paragraf. Namun cara ini beresiko menghilangkan sisi natural dari artikel, sehingga penerapannya perlu dikurangi terutama bila jumlah karakter dalam paragraf Anda lebih pendek.
Gunakan kata kunci dan variasinya sebagai sub judul
Sub judul mempermudah pembaca untuk menelaah setiap bagian-bagian artikel. Khusnya jika artikel terdiri atas teks panjang dan mengulas lebih dari satu bahasan. Untuk bagian ini, Anda isa menggunakan kata kunci yang disebut LSI keyword atau Laten Semantic Keyword,merupakan kata kunci yang menyerupai dengan kata utama.
Misalnya tadi kata kunci utama kita spesifikasi hp Xiaomi, LSI keyword-nya bisa spek hp Xiaomi, fitur hp Xiaomi, teknologi hp Xiaomi dan lain-lain. Jika Anda sudah mencoba panduan risetkeyword, Anda pasti dapat menemukan beberapa kata kunci terkait yang bisa memberikan ide.
Perhatikan kedalaman keyword
Salah satu cara yang “diduga” dipakai oleh Google dalam menampilkan hasil pencarian di mesin pencari mereka adalah dengan melacak dan menganalisa kedalaman kata kunci suatu kontenweb. Dengan cara itu Google dapat menampilkan hasil pencarian yang relevan dengan apa yang dibutuhkan pencari.
Yang ditampilkan oleh Google adalah kata kunci yang porsinya tepat di mata mereka (mesin Google), kata kunci yang dominan tapi tidak berlebihan.
Lalu berapa kedalaman kata kunci yang tepat di mata Google? Pertanyaan ini sulit dijawab, tapi dari pengalaman dan testimoni praktisi SEO untuk artikel sepanjang 300 kata kedalamankeyword yang disarankan adalah 4 sampai 6 kali kemunculan atau 1-2%. Jumlah ini tidak termasuk LSI keyword.
Untuk saat ini, tips menulis artikel SEO friendly di atas masih dapat Anda terapkan. Saya yakin untuk beberapa tahun ke depan pun masih berlaku mengingat kata kunci merupakan bagian penting dalam cara kerja Google.
Itulah artikel tentang Cara menulis artikel agar banyak yang baca semoga bermanfaat.

Baca lebih lengkap : http://panduanim.com/artikel-seo/